You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Kampung Tunggal Warga

Kampung Tunggal Warga

Mohon tunggu sebentar...

Website Resmi

Kampung Tunggal Warga

Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang

Provinsi Lampung

Loading...
>>>> Selamat datang di Website Smart Kampung Tunggal Warga <<<< Kampung Sehat Damai Sejahtera
Kegiatan Jum'at Curhat dari KAPOLRES Tulang Bawang
Berita Desa

Kegiatan Jum'at Curhat dari KAPOLRES Tulang Bawang

WINARTI
17 Februari 2023
261 Kali Views

Tunggal Warga - Banjar Agung : Hari ini Jum'at 17/02/2023 pukul 09.00 WIB s/d 10.00 WIB, Dilaksanakan Kegiatan Jum'at Curhat di Aula Balai Kampung Tunggal Warga RK 05 RT 03 , Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang. 

Kegiatan ini didampingi Kapolsek Banjar Agung dan perwira Polres melaksanakan kegiatan yang merupakan salah satu Program Quick Wins Kapolri yakni Jum’at Curhat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Kampung Tunggal Warga,” ucap Kapolres Tulang Bawang, AKBP Jibrael Bata Awi, SIK.

Lanjutnya, dengan adanya kegiatan Jum’at Curhat ini kami bisa mendengarkan langsung keluhan-keluhan dari warga terkait pelayanan yang dilakukan oleh Polres Tulang Bawang dan Polsek jajaran, sehingga kedepannya akan menjadi lebih baik lagi.

Kapolres menerangkan, dalam kegiatan Jum’at Curhat yang berlangsung di Aula Balai Kampung Tunggal Warga, ada 7 warga yang menyampaikan unek-uneknya, yakni:

Pertama, Pak Mursid, yang menanyakan apakah program Jum’at Curhat ini akan terus berlanjut.

Kedua, Pak Ahmad Muzakir, yang menanyakan proses pembayaran pajak di Samsat yang lambat dan bertele-tele, adanya perbedaan harga dalam pembuatan SIM, dan kurang fahamnya warga terkait pelayanan Reskrim.

Ketiga, Pak Joni Yusuf, yang menyampaikan terkait kinerja Bhabinkamtibmas di Kampung dan adanya balap liar pada malam Sabtu dan malam Minggu.

Keempat, Ibu Musyarofah, yang meminta agar ada pembinaan secara khusus kepada anak-anak putus sekolah agar mereka tidak terkena narkoba.

Kelima, Pak Aang Suwangga, yang meminta saran apakah kami selaku orang tua bisa terjerat Undang-Undang Perlindungan Anak bila sedikit keras memaksa anak-anak untuk belajar ilmu agama.

Keenam, Pak Syaripudin, yang menyampaikan kenapa ganti plat kendaraan di Samsat tidak langsung jadi tapi harus menunggu 7 bulan, dan maraknya berita di medsos terkait kasus penculikan anak yang membuat kami menjadi bingung.

Ketujuh, Pak Fitra, yang menyampaikan ucapakan terima kasih atas kegiatan Jum’at Curhat dan warga siap mendukung Polri dalam menjaga harkamtibmas.

“Saya selaku Kapolres sebelumnya mengucapkan banyak terima kasih karena warga sangat antusias mengikuti kegiatan Jum’at Curhat ini. Program Jum’at Curhat terus berlanjut dan yang datang bisa pejabat lain dari Polres atau Kapolsek setempat,” ujar AKBP Jibrael.

Menurutnya, pelayanan di Samsat saat ini sudah jauh berbeda dengan beberapa tahun silam dan sudah tidak ada lagi yang lambat serta bertele-tele. Untuk biaya pembuatan SIM sudah ada PNBPnya yang wajib disetorkan ke kas Negara, untuk itu warga ikuti sesuai prosedur dan jangan lewat calo. Kami berharap warga tidak main hakim sendiri, karena dalam proses penyelidikan dan penyidikan sudah profesional serta proporsional dilakukan oleh petugas kami.

Untuk personel yang menjadi Bhabinkamtibmas, apabila memang tidak beres kerjaannya di Kampung akan segera kami lakukan evaluasi, karena Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri yang bersentuhan langsung dengan warga. Terkait adanya balap liar sudah kami lakukan patroli secara rutin baik dari Polsek maupun Polres.

“Kami juga akan memfasilitasi anak-anak putus sekolah mendapatkan pembinaan secara khusus agar tidak terpapar narkoba, dan dari awal Januari 2023 hingga saat ini sudah 23 kasus narkoba yang berhasil kami ungkap,” ucap Kapolres.

Alumni Akpol 2001 ini menambahkan, anak itu meniru orang tuanya sehingga pendidikan berawal dari keluarganya masing-masing. Anak juga merupakan aset bangsa dan tidak dibenarkan tokoh agama atau kiyai melakukan tindakan kekerasan terhadap anak-anak.

“Terkait keterlambatan dalam proses pembuatan plat nomor, kami memohon maaf karena bahan yang dikirim dari Mabes Polri terlambat datangnya, dan kami juga sudah membuatkan surat jalan. Maraknya berita di medsos tentang penculikan anak, kami berharap warga tidak langsung percaya begitu saja, dan segera laporkan 

Tinggalkan Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh admin

CAPTCHA